Ditaati dan ditiru, begitu kira-kira orang menyebut profesi yang satu ini. Keberadaan guru privat memang bukan hal yang asing lagi bagi kita, sejak kita mengenal apa yang disebut sekolah, mungkin kita sudah akrab dengan apa yang disebut guru privat. Bagaimana cara kerja guru privat ini, kemudian bagaimana prospeknya bagi kita ahasiswa) ke depan? Apakah profesi ini dapat mengem-bangkan diri kita? Apakah cukup menantang untuk ditekuni?Lebih santai, mungkin kata-kata itulah yang menyebabkan profesi ini banyak digeluti oleh mahasiswa yang sering nganggur di waktu seng-gangnya. Itulah sebabnya mengapa banyak mahasiswa memilih profesi ini, karena mereka dapat bekerja tanpa mengganggu jadwal kuliah, selain itu upah dari mengajar lumayan juga untuk menambah uangsaku mereka.
Rabu, 18 Maret 2015
Profesi Guru Privat Dimata Orang Indonesia
Profesi tersebut di kalangan mahasiswa akhir-akhir ini sering di perbincangkan dan cen-derung menjadi trend, bahkan bisnis inipun menjalar di kampus- kampus, bahkan di kampus kita sendiri. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pamflet-pemflet yang berisi ajakan untuk bergabung dengan lembaga les privat yang ditempel di papan pengu-muman di kampus kita.Guru privat tidak berbeda jauh dengan guru-guru lain pada umumnya, yaitu mereka bertugas mengajar, dan mentransfer ilmunya kepada murid-murid yang di-ajarinya, selain itu mereka dituntut untuk mendidik dan mengayom murid-muridnya serta memberikan contoh yang baik kepada mereka. Secara harfiah arti guru privat sendiri adalah guru yang bersifat pribadi, yaitu seorang guru yang mengajar muridnya secara khusus/mem-berikan perhatian khusus kepada mereka di luar jam belajar sekolah. Perbedaan yang mendasar adalah, jika guru privat bersifat lebih pribadi, artinya, satu guru untuk sedikit murid, biasanya sekitar satu sampai empat orang (maksimum), sedang-kan guru pada umumnya, mengajar murid-murid dalam sekelas yang jumlahnya lebih banyak, sekitar 30 sampai 40 orang. Guru Privat juga cenderung lebih bebas dalam me-nentukan waktu dan tempat belajar bagi muridnya, biasanya di rumah murid yang bersangkutan, atau di tempat lain tergantung dari kese-pakatan kedua belah pihak.
Tidak perlu lulus S1, S2 atau lulus sekolah pendidikan untuk menjadi seorang guru privat. Kita para mahasiswapun dapat menjadi guru privat. Dengan modal prestasi akademik yang lumayan dan me-nyukai anak-anak serta memiliki keahlian komunikasi yang baik kita dapat menjadi seorang guru privat, baik untuk jenjang SD, SLTP, maupun SMU. Tetapi kebanyakan dari paramahasiswa enggan untuk menjadi guru privat SMU, karena menurut mereka, pelajaran SMU sudah terlalu sulit untuk dikuasai, seperti yang dituturkan oleh Eva, salah satu guru privat yang juga mahasiswa FE semester enam ”…saya sudah terlalu susah untuk memahami pelajaran SMU, tapi kalo bahasa Inggris dan akuntansi dasar mungkin saya bisa”, ujar Eva. Lain halnya dengan Neni, seorang Alumni FE Undip yang nyambi kerja sebagai guru privat, bagi dia yang terpenting adalah bagaimana ia dapat mendukung dan menyemangati para muridnya untuk belajar, ”..menjadi guru privat itu gak harus pinter pinter banget, walaupun begitu kita harus menguasai materi pelajaran, dan yang terpenting adalah bagaimana kita dapat mensupport murid yang kita bina tersebut”, ujar Neni.
Tuntutan yang sangat diperlukan dalam menekuni profesi ini adalah kemampuan untuk dapat berko-munikasi dengan baik. Tentunya kita tidak begitu kesulitan dalam menghadapi murid yang pintar dan mudah menerima apa yang kita berikan, tapi lain halnya dengan murid yang mempunyai kemampuan lemah dalam menangkap materi yang kita ajarkan padanya sehingga dalam hal ini kita dituntut untuk lebih sabar dan telaten dalam mem-bimbing. Melihat itu semua, bermi-natkah anda sebagai seorang mahasiswa menjadi kan guru privat sebagai aktivitas sampingan selain tetap berkonsentrasi untuk me-nyelesaikan kuliah?






0 komentar:
Posting Komentar